was successfully added to your cart.

Penerapan Konsep Micro Living Pada Design Rumah Kecil 2 Lantai Dengan Luas 40 Meter

Di era ini, khususnya wilayah Jakarta semakin sulit untuk menemukan tanah yang murah dan strategis, sehingga banyak orang memiliki lahan atau rumah yang kecil. Banyak dari beberapa orang awam bingung untuk mensiasati rumah kecil mereka supaya rumah tersebut terasa nyaman dan terkesan lega saat dihuni. Sekarang ini popularitas Micro-Living sedang berkembang dibeberapa negara belahan dunia, yaitu suatu hunian berukuran supermini dengan menggunakan konsep efisiensi pemakaian energi dan memungkinkan si penghuni memiliki ruang gerak yang lebih efisien juga. Dan konsep Micro-Living ini sangat sesuai untuk masyarakat yang tinggal di wilayah Jakarta. Masyarakat pun sekarang sudah dapat memanggil Jasa Konsultan Arsitek/Interior untuk mendesain hunian micro-living.

 

Berikut salah satu desain karya arsitekinterior.com bisa dijadikan sebagai referensi hunian Micro-Living. Hunian Micro-Living dengan 2 lantai ini memiliki luas tanah 40 m² yang didalamnya terdapat foyer ruang keluarga, ruang makan, ruang kerja, perpustakaan mini, dapur, kamar tidur anak, kamar tidur utama, ruang belajar, kamar mandi, ruang cuci dan memiliki carport serta taman kecil didepan rumah dan dibelakang. Bayangkan, banyak sekali ya dengan lahan 40m² tersebut mencakup banyak ruang. Dibawah ini adalah penampakan denah hunian micro-living.

Penerapan  Konsep Micro Living Pada Denah di Design Rumah Kecil 2 Lantai Dengan Luas 40 Meter. Terlihat beberapa konfigurasi dapat dilakukan dengan ruang yang terbatas

Yup, benar sekali, kenapa dengan lahan seluas itu terdapat banyak sekali ruangan didalamnya? Karena, dalam satu ruangan terdapat beberapa fungsi ruang lain. Contoh, area ruang keluarga bisa dialih fungsikan menjadi ruang makan, ruang kerja dan ruang tidur. Ini dikarenakan desain furnitur yang multifungsional. Saat ruang keluarga dialih fungsikan menjadi ruang makan atau ruang kerja, sofabed yang semula digunakan dapat dilipat kemudian dimasukkan kedalam lemari, credenza dibawah tv dapat dibuka atau direntangkan menjadi meja makan, kursi makannya berupa kursi lipat yang berasal dari dalam credenza tersebut.

Jika pemilik hunian tersebut kedatangan tamu untuk menginap, ruang keluarga tersebut dapat dialih fungsikan menjadi ruang tidur, dengan merentangkan sofabed menjadi tempat tidur, meja makan dapat dilipat kembali menjadi credenza, kursi lipat ikut serta dimasukkan kedalam credenza. Dan jika dijadikan menjadi ruang keluarga seperti semula, tempat tidur dapat ditekuk menjadi sofabed.

Penerapan Konsep Micro Living Pada Ruang Keluarga di Design Rumah Kecil 2 Lantai Dengan Luas 40 Meter.  Terlihat beberapa konfigurasi dapat dilakukan dengan ruang yang terbatas

Ciri khas micro-living salah satunya memiliki “compact furniture”, yaitu furnitur yang segala sesuatunya terkesan rapi, padat, dan rapat. Pada furnitur dengan sistem compact terdapat beberapa keuntungan seperti ringkas dan praktis. Pada desain ini terdapat beberapa jenis furnitur di dalam 1 buah furnitur. Semua furnitur dapat digunakan untuk aktivitas di dalam hunian micro-living. Penggunaan sistem compact furniture juga dapat mengurangi space yang dibutuhkan untuk meletakkan furnitur tersebut. Desainer berharap, dengan adanya compact furniture ini, dapat membuat ruangan di dalam micro-living menjadi lebih rapi dan bersih.

Perpustakaan mini yang tadi disebut tepat berada ditengah ruang, yang posisinya berada pada void, untuk menuju perpustakaan mini ini harus menaiki tangga panjat. Tangga panjat ini bergeser pada relnya bagian atas dan memiliki roda dibagian bawah guna untuk dapat digeser-geser saat penghuni ingin membaca buku di perpustakaan mini tersebut. Sewaktu-waktu selesai membaca di perpustakaan mini, tangga dapat digeser dan disimpan kembali disela lemari.

Penerapan Konsep Micro Living Pada Kamar Mandi dalam Design Rumah Kecil 2 Lantai Dengan Luas 40 Meter

Menuju kearah bagian belakang rumah, terdapat kamar mandi dengan luas 2,6 m² dan ruang mencuci 2,4 m². Ruangan tersebut tampak luas karena pemilihan material yang ringan serta berwarna cerah. Jangan sekali-kali mencoba menggunakan material berat serta warna yang gelap untuk ruangan kecil, karena secara psikologis ruangan akan terlihat sempit, sesak dan tidak bersih.

Kamar mandi sebagai mediasi relaksasi privasi, sehingga setiap kamar mandi dirumah haruslah terasa segar dan bersih. Warna terang dan desain minimalis biasanya cara terbaik untuk menjaga hal-hal agar tetap rapih, bersih dan juga tetap stylish. Jangan takut untuk mencoba warna coral pada kamar mandi minimalis. Karena warna ini memberikan nuansa yang bersih, cerah, ceria dan segar pada ruang, sehingga menghabiskan waktu berlama-lama di kamar mandi menjadi lebih menyenangkan.

Penerapan Konsep Micro Living Pada Ruang Cuci dan Storage pada Design Rumah Kecil 2 Lantai Dengan Luas 40 Meter

Dapur kecil ini berada dibawah tangga, terdapat sink yang menghadap ke area carport, kompor, kulkas dan lemari cabinet atas, setiap step tangganya difungsikan sebagai laci untuk penyimpanan.

Umumnya, dalam membuat desain lemari penyimpanan micro-living, tentulah harus dapat maksimalkan disetiap sudut ruangnya, karena jika setiap dinding merupakan lemari penyimpanan maka hal itu solusi yang sempurna untuk ruangan yang kecil. Perlu juga mempertimbangkan tentang kelembaban lemari. Hal ini penting agar barang-barang didalamnya tidak mudah rusak. Penggunaan jendela atau atap skylight juga harus dipertimbangkan. Terlalu banyak menerima sinar matahari akan membuat barang seperti pakaian akan cepat kusam.

Pencahayaan sangat penting untuk desain lemari. Ini akan memudahkan Kita ketika mencari barang-barang di dalam lemari. Anda dapat menggunakan lampu di langit-langit lemari dan mengatur tingkat kecerahan untuk desain lemari micro-living Anda.

Penerapan warna coral pada desain interior ruang makan, desain interior dinning room

Lanjut ke bagian lantai atas hunian micro-living ini. Lantai atas ini terdapat kamar tidur utama dan kamar tidur anak. Sistem furniture diruangan ini pun sama dengan ruang keluarga. Tempat tidur setelah digunakan dapat dikembalikan pada posisi berdiri dan langsung menutup, sehingga dari luar tampak rapih dan terlihat sebagai dinding backdrop.

Berlaku juga pada kamar anak yang luasnya hanya 4,5 m², tempat tidur setelah digunakan dapat ditekuk menjadi sofa, dan pada bagian lemari terdapat papan yang dapat dibuka menjadi meja belajar anak.

Contoh-Penerapan-Konsep-Micro-Living-Pada-Kamar-Tidur-Utama-Design-Rumah-Kecil-2-Lantai-Dengan-Luas-40-Meter
Penerapan Konsep Micro Living Pada Desain Kamar Tidur Utama di Design Rumah Kecil 2 Lantai Dengan Luas 40 Meter.  Terlihat beberapa konfigurasi dapat dilakukan dengan ruang yang terbatas. 
Penerapan Konsep Micro Living Pada Desain Kamar Tidur Utama di Design Rumah Kecil 2 Lantai Dengan Luas 40 Meter. Terlihat beberapa konfigurasi dapat dilakukan dengan ruang yang terbatas.

Seluruh dinding dihunian micro-living ini seluruhnya dibuatkan lemari built-in yang fungsinya bisa sebagai storage, serta dengan sistem compact furniture sehingga pemanfaatan furnitur benar-benar dimanfaatkan untuk fungsi yang berbeda-beda.

Dengan memanfaatkan material bahan yang sama, ruangan menjadi terasa lebih besar karena warna yang senada dan cerah. Tentu saja, banyaknya cahaya alami dan udara yang masuk kedalam ruangan kecil membuat Micro-Living ini menjadi tempat hunian yang nyaman, luas dan sehat. Ini merupakan salah satu tips hunian micro-living, yaitu pemilihan warna yang cerah agar ruangan terlihat luas dan bersih.
Demikian ulasan mengenai referensi hunian Micro-Living. Semoga bermanfaat.

Mengenai Micro Living Lainnya

Tentang Video Micro Living

Leave a Reply

%d bloggers like this: