UA-23341668-1
was successfully added to your cart.

Mengenal Gaya Desain Scandinavian Yang Berbeda Dengan Minimalis

Skandinavian, perpaduan gaya dari Swedia, Norwegia, Denmark dan Finlandia, ciri khas desain interior Skandinavian yaitu ruangan terang akan cahaya, banyak memanfaatkan unsur-unsur alami, palet warna netral, dan garis bersih.
Interior Skandinavia adalah keseimbangan fungsi dan estetika. Seperti yang dikatakan Craig Ritche, Manajer Komunikasi dan Desain Interior Ikea,

“Gaya Skandinavia ditandai oleh tiga komponen utama, yaitu fungsionalitas, kesederhanaan dan keindahan.

Meskipun sederhana dalam desain, garis yang bersih sering digabungkan dengan keanggunan dan fungsionalitas yang hangat, yang menciptakan nuansa yang sangat sederhana. ”Lingkungan di negara-negara Nordik memiliki musim dingin panjang, artinya hanya ada sedikit siang hari, dan banyak orang yang memiliki rumah kecil, ini menyebabkan kebutuhan akan rumah yang terang, lapang dan nyaman. Mari kita lihat bagaimana Gaya Desain Scandinavian Di Interior Seperti Dapur, Tembok, Jendela, Pada Rumah Minimalis.

Contoh penerapan gaya scandinavia pada desain interior ruang makan dan ruang keluarga dalam rumah (Pinterest)

Tahun 1990-an merupakan tahun peningkatan besar dalam popularitas SCANDINAVIAN DESIGN, karena para desainer menciptakan karya yang unik, berani dan fungsional. “Radar Desain Skandinavia telah ada di Inggris untuk sementara waktu,” kata Christina Schmidt, salah satu pendiri Skandium, “pada awalnya, di antara kerumunan arsitek, desainer, dan penggemar yang memulai menggunakan gaya Skandinavia, kemudian semakin menyebar pada masyarakat luas.”

Rumah-rumah di Inggris telah lama dipengaruhi oleh arsitektur dan interior dari negara lain, tetapi gaya yang semakin populer belakangan ini adalah gaya yang kami temukan dari teman-teman Skandinavia kami. Tampaknya prinsip-prinsip fungsional dan sederhana, namun indah dan anggun, cukup sesuai oleh orang Inggris.

Contoh penerapan gaya scandinavia pada desain interior ruang baca dalam rumah atau kantor (Pinterest)

Bagaimana cara memperkenalkan desain Skandinavia ke dalam rumah?

Tidak hanya ada satu gaya Skandinavia, tetapi ada elemen-elemen tertentu yang dikenal dengan baik sebagai khas Scandiv. Ada beberapa perbedaan menarik dengan apa yang biasanya Anda lihat di interior-interior bergaya Skandinavia, misalnya, perapian di sudut ruangan adalah hal umum yang berada di rumah-rumah orang Nordik, sementara Kita yang tinggal di iklim tropis apakah harus sama dengan orang-orang Nordik yang menggunakan perapian?

Contoh penerapan gaya scandinavia pada desain interior ruang keluarga dalam rumah (Pinterest)

Tidak semuanya gaya Skandinavian harus sama persis seperti aslinya dari negara tersebut dan banyak juga rumah memadukan unsur-unsur vintage dan tradisional namun tetap dengan garis-garis sederhana dan bersih.
Kami telah menuliskan beberapa komponen interior Skandinavian, tetapi tentu saja ada banyak cara untuk menggabungkan gaya dan kepribadian Anda sendiri dengan dekorasi ini. Berikut beberapa komponen interior Skandinavian yang harus Anda ketahui.

Contoh penerapan gaya scandinavia pada desain interior ruang keluarga dalam rumah (Pinterest)

PALET WARNA

Warna-warna Scandinavian yang digunakan biasanya warna ringan dan sederhana. Putih sering digunakan sebagai warna utama, tetapi warna tersebut tidak membuat ruangan terlihat monoton atau terlalu biasa, karena terdapat permainan material alami seperti kayu yang membawa kesan hangat dan homey.
Putih juga merupakan warna netral yang bagus untuk dikombinasikan dengan warna apa saja, mulai dari warna pastel yang lembut hingga aksen hitam. Abu-abu juga dapat digunakan untuk membuat interior menjadi indah dan tenteram.

Contoh penerapan gaya scandinavia pada desain interior ruang keluarga dalam rumah (Pinterest)

Menggabungkan warna-warna tertentu adalah cara yang tepat untuk mencerahkan dan mengangkat ruangan. Secara klasik, fungsi ditempatkan di atas estetika sehingga warna akan dijaga agar tetap minimum. Namun seiring berjalannya waktu, gaya-gaya lain telah digabungkan dengan pendekatan Scandinavian ‘standar’ untuk menciptakan gaya dan kepribadian yang unik.
Cobalah untuk menggunakan sofa, kursi, atau furnitur besar lainnya untuk menambah suasana warna. Sebagai alternatif, aksesori berpola seperti karpet dapat menghidupkan suasana ruangan, tetapi ingat kesederhanaan adalah kunci untuk interior Skandinavia, jadi hindari bentuk-bentuk furniture atau pola karpet yang ramai.

Jika cerah dan berani bukan kepribadian atau gaya Anda, cobalah menjaga style ruangan tetap netral, bermainlah dengan pelapis furniture warna pelengkap, ini akan mencegah ruangan terlihat dingin.

Contoh penerapan gaya scandinavia pada desain interior top floor rumah (Pinterest)

MATERIAL

Mengkombinasikan material, seperti potongan kayu yang tidak di finishing, karpet bulu, dan fabric lembut, membawa alam ke dalam rumah, menambahkan getaran ketenangan yang membuat dekorasi itu begitu terkenal. Memasukkan tanaman kedalam ruangan adalah cara terbaik untuk memadukan warna dan tekstur material didalamnya.

Orang-orang Skandinavian terkenal karena penggunaan kayu di seluruh rumah mereka, sebagian besar karena pemanfaatan atas bahan-bahan alami yang tersedia, serta menambah kehangatan ruangan karena iklim di negaranya merupakan iklim dingin. Lantai kayu adalah bahan pokok dalam interior Nordic.

Warna kayunya sering berwarna terang dan digunakan di semua kamar, kecuali kamar mandi. Penambahan karpet besar dengan tekstur lembut atau bahan alami sebagai aksen ruangan. Anda juga dapat mencoba memilih material bata ekspos supaya ruangan tersebut lebih terasa homey sempurna.

Contoh penerapan gaya scandinavia pada desain interior ruang keluarga ber void dalam rumah apartemen loft (Pinterest)

CAHAYA

Rumah-rumah Skandinavia sering menampilkan jendela-jendela besar untuk membuat ruangan terasa cerah dan terbuka. Anda masih ingat kami pernah menuliskan bahwa musim dingin di Nordic panjang dan gelap, jadi memanfaatkan setiap ons cahaya alami adalah kuncinya.

Penutup jendela atau biasa disebut vitrase biasanya mengenakan bahan yang lembut dan ringan, seperti katun, memungkinkan privasi tanpa mencegah cahaya alami masuk. Padukan dengan gorden atau drapery untuk kamar tidur.

Penggunaan aksesori yang cerdas juga dapat membantu menghadirkan kecerahan pada ruangan, seperti penggunaan cermin besar untuk memantulkan cahaya alami.

Contoh penerapan gaya scandinavia pada desain interior ruang keluarga dalam rumah apartemen  (Pinterest)

WALL ORGANIZED

Penggunaan cabinet dan rak untuk beragam penyimpanan. Desain Skandinavian tidak membutuhkan banyak barang, perabotan yang akan membuat sempit dan terlihat tidak teratur.

Desain Skandiv terorganisir sangat baik dengan menyingkirkan barang-barang yang tidak memiliki fungsi maksimal dan dianggap hanya membebani kapasitas ruangan. Intensi pada desain Skandiv adalah filosofi “less is more”

Leave a Reply

%d bloggers like this: